Apakah Hukum Aborsi Dalam Islam Beserta Dalilnya

Advertisement

Hukum Aborsi Dalam Islam | Menggugurkan kandungan atau Abrosi adalah proses berakhirnya kehamilan dgn dikeluarkannya janin sebelum memiliki kemampuan utk bertahan hidup diluar janin, sehingga mengakibatkan sebuah kematian. Menurut medis, aborsi itu sendiri dibagi menjadi dua bagian, yaitu aborsi spontan dan aborsi buatan. Aborsi spontan itu sendiri adalah aborsi yg dilakukan tanpa sengaja atau terjadi secara alami, dan hal tersebut lebih sering disebut dengan keguguran.

Sedangkan utk aborsi buatan adalah aborsi yg dilakukan dengan sengaja karena tujuan tertentu, aborsi buatan ini juga dikenal dengan sebutan Aborsi Provocatus. Dan aborsi buatan itu sendiri terbagi menjadi dua bagian, yaitu aborsi yg bertujuan utk kepentingan medis, terapi, dan juga pengobatan yg disebut jg dengan Abortus Profocatus Therapeuticum. Sedangkan aborsi yg kedua adalah aborsi yg dilakukan tanpa alasan medis dan melanggar hukum yg berlaku.

Sekitar 56 juta orang melakukan aborsi setiap tahunnya di seluruh bagian dunia, dan hampir setengah darinya itu melakukan aborsi secara tidak aman. Tingkat terjadinya aborsi itu sendiri hanya sedikit berubah antara tahun 2003 dan 2008, setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan selama dua dasawarsa yg dikarenakan meningkatnya akses utk pengendalian kelahiran dan juga program keluarga berencana.

Lalu bagaimana hukum aborsi itu sendiri menurut pandangan Islam, apakah aborsi itu haram atau halal. Dan bagi anda yang sekiranya belum mengetahui akan pembahasan tersebut, maka alangkah baiknya jika anda melihat terlebih dulu pembahasan yg akan coba saya sajikan utk hari ini. Sehingga utk anda yang sekiranya belum mengetahui pembahasan akan hukum aborsi menurut Islam, anda bisa mengetahuinya secara lengkap dan jelas.

Bagi anda yang sekiranya ingin mengetahui secara lengkap mengenai hukum menggugurkan kandungan dalam Islam secara lengkap, maka alangkah baiknya apabila kita langsung saja melihat pembahasan tersebut bersama-sama dibawah ini. Sehingga bagi anda yg sekiranya memang ingin mengetahui bagaimana hukum menggugurkan kandungan secara lengkap tersebut, anda akan dpt mengetahuinya secara lengkap.

Advertisement

hukum aborsi dalam islam
Hukum Aborsi Dalam Islam Beserta Dalilnya

Didalam Al Qur’an ataupun Hadist tidak ada penjelasan secara gamblang tentang penjelasan mengenai hukum aborsi, akan tetapi lebih banyak menerangkan tentang larangan utk membunuh jiwa seseorang tanpa hak, sebagaimana yg telah dijelaskan dalam Firman Allah SWT :”Dan barangsiapa yg membunuh seseorang mukmin dgn sengaja, maka balasannya adl neraka jahanam, dan ia kekal di dalamnya, dan Allah SWT murka kpdnya dan melaknatnya serta menyediakan baginya adzab yg besar.” (QS. An Nisa ayat 93)

Selain itu juga terdapat sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud jika Rasulullah SAW pernah bersabda yg bunyinya :”Sesungguhnya seseorang dari km dikumpulkan penciptanya di dlm perut ibunya selama empat puluh hari. Setelah genap empat puluh hari ke dua, terbentuklah segumpal darah beku. Ketika genap empat puluh hari ke tiga, berubahlah menjadi segumpal daging. Kemudian Allah SWT mengutus Malaikat utk meniupkan roh, serta memerintah utk menulis empat perkara, yaitu penentuan rizki, waktu kematian, amal, serta nasibnya, baik yg celaka, maupun yg bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hukum Aborsi Sebelum Peniupan Roh

Hukum menggugurkan janin sebelum ditiupkan roh itu adalah halal atau diperbolehkan, bahkan beberapa ulama memperbolehkan menggugurkan janin menggunakan sebuah obat. Dan pendapat tersebut jg diikuti oleh para ulama dari madzhab Hanafi, Hambali, dan Syafi’i. Akan tetapi kebolehan tersebut harus atas seijin dari kedua orang tua. Para mazhab tersebut berpendapat berdasarkan hadist Ibnu Mas’ud yg mengatakan jika sebelum empat bulan, roh blm ditiupkan ke janin serta penciptaannya belum sempurna. Dan hal tersebut dianggap masih benda mati, sehingga boleh utk digugurkan.

Hukum menggugurkan janin yg dianggap makruh ialah ketika proses pengguguran itu terjadi sampai waktu peniupan roh. Waktu peniupan roh itu sendiri tidak ada penjelasan pastinya didalam sebuah hadist, sehingga alangkah baiknya jika sudah mendekati waktu peniupan roh jangan melakukan proses aborsi. Hal tersebut dilakukan guna ke hati-hatian. Dan pendapat ini juga diikuti oleh madzhab Hanafi dan juga Imam Romli salah seorang ulama madzhab Syafi’I.

Hukum menggugurkan kandungan menurut islam yang dianggap haram sebelum peniupan roh ialah didasarkan Dalil jika air mani sudah tertanam didalam rahim dan telah tercampur dgn ovum wanita sehingga siap utk menerima kehidupan. Maka merusak wujud ini merupakan salah satu tindak kejahatan. Dan pendapat ini diikuti oleh Ahmad Dardir, Ibnu Jauzi, dan juga Imam Ghozali.

Hukum Aborsi Setelah Peniupan Roh

Secara umum, semua ulama telah sepakat apabila menggugurkan kandungan setelah terjadi peniupan roh itu hukumnya adalah haram. Peniupan roh sendiri terjadi pada saat janin berusia empat bulan didalam perut ibu. Ketentuan tersebut berdasarkan dari hadist Ibnu Mas’ud yg telah saya jelaskan diatas tadi. Apabila janin telah ditiupkan roh, maka secara otomatis janin tersebut telah menjadi seorang manusia. Sehingga sudah pasti haram hukumnya utk menggugurkan janin tersebut.

Firman Allah SWT menjelaskan :”Dan janganlah km membunuh jiwa yg diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dgn suatu (alasan) yg benar.” (QS. Al Israa ayat 33)

Akan tetapi diperbolehkan menggugurkan janin setelah ditiupkan roh jika hal tersebut bertujuan utk menyelamatkan nyawa ibunya dari kematian, karena didalam menjaga keselamatan sang ibu itu lebih diutamakan dari pd menjaga keselamatanan janin. Karena kehidupan sang ibu sudah ada lebih dahulu sreta ada secara yakin, sedangkan kehidupan janin itu sendiri belum yakin sreta keberadaannya yang terakhir.

Sekiranya hanya itu saja dulu untuk penjelasan mengenai Apakah Hukum Aborsi Dalam Islam Beserta Dalilnya yg hari ini saya dapat sajikan kepada anda, semoga saja penjelasan mengenai hukum aborsi dalam Islam yg baru saja saya sajikan diatas tadi itu dapat memberikan manfaat yg besar utk anda-anda sekalian. Dan bagi anda yang sekiranya masih ingin kembali mengetahui beberapa pembahasan lainnya lagi yg telah saya berikan.

Mungkin anda akan merasa tertarik utk baca juga hukum beroda saat haid, barang kali saja diantara anda-anda sekalian ini masih ada yg belum mengetahui bagaimana hukum membaca doa ketika haid. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bukan apabila anda mencoba utk kembali melihat pembahasan yg telah saya berikan kepada anda sebelumnya itu. Namun utk anda yang sekiranya mungkin merasa sudah mengetahui pembahasan tersebut.

Maka alangkah baiknya apabila anda mencoba utk kembali melihat-lihat beberapa pembahasan lainnya lagi yg telah saya berikan, atau mungkin jg anda bisa mencoba utk menunggu update pembahasan terbaru yg akan coba terus saya perbarui utk setiap harinya. Sehingga tidak ada salahnya apabila lain waktu anda kembali mengunjungi situs doaharian.info ini supaya anda bisa mendapatkan update infomrasi seputar agama Islam terbaru.

Advertisement