Penjelasan Pengertian Hukum Asuransi Menurut Islam Lengkap

Advertisement

Hukum Asuransi Menurut Islam | Pengertian asuransi adalah sebuah istilah yg digunakan utk merujuk kepada tindakan, sistem, ataupun bisnis dimana ada sebuah perlindungan finansial atau ganti rugi secara finansial baik itu untuk jiwa, kesehatan, properti, dan lainnya yg akan mendapatkan sebuah penggantian dari hal-hal yg tidak terduga seperti misalnya kehilangan, kerusakan, sakit, ataupun kematian. Dimana akan ada pembayaran premi yg dilakukan secara teratur dlm jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yg menjamin perlindungan tersebut.

Istilah dari diasuransikan sendiri lebih merujuk kpd segala sesuatu yg mendapatkan perlindungan. Dasar hukum asuransi menurut negara sendiri terdapat dalam Undang-Undang No. 2 Th 1992 mengenai usaha perasuransian ialah perjanjian antara dua pihak ataupun lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kpd tertanggung, dgn menerima premi asuransi. Untuk mengganti kpd tertanggung karena kehilangan, kerusakan, ataupun kerugian.

Macam-macam asuransi sendiri ada banyak sekali, mulai dari asuransi pendidikan, asuransi jiwa, asuransi kendaraan, dan masih banyak lagi berbagai macam jenis asuransi. Dan sekarang ini tidak sedikit orang yg sudah menggunakan jasa asuransi, karena hal tersebut dirasa lebih menjaga. Terutama pada saat kita mengalami suatu hal yg tidak terduga, maka kita bisa mendapatkan biaya asuransi sesuai dengan yg telah kita asuransikan.

Namun bagaimana hukum asuransi menurut islam, bagi anda yg mungkin belum mengetahui apa itu hukum asuransi menurut islam. Maka sebaiknya jika anda mencoba untuk melihat terlebih dulu penjelasan mengenai pengertian hukum asuransi yg akan coba saya bahas utk hari ini. Dengan anda melihat terlebih dulu penjelasan mengenai pengertian hukum asuransi yg akan saya jelaskan pada kesempatan hari ini, maka bagi anda yg ingin melakukan asuransi jadi mengetahui apakah akan melakukan asuransi atau tidak.
hukum asuransi menurut islam
Untuk anda-anda sekalian yg mungkin sekarang ini sudah tidak sabar ingin mengetahui penjelasan mengenai pengertian hukum asuransi menurut islam yg pada kesempatan ini akan saya berikan, maka sebaiknya jika anda mencoba untuk langsung melihat pembahasan selengkapnya mengenai hukum asuransi dari saya ini dibawah ini.

Pengertian Hukum Asuransi Menurut Islam

Ada pendapat yg mengatakan apabila asuransi itu tidaklah islami, orang-orang yg melakukan asuransi sama seperti dgn orang yg mengingkari rahmat Allah SWT. Allah-lah yg menentukan segalanya serta memberikan rezeki kpd makhluk-Nya seperti yg telah dijelaskan dalam firman Allah sebagai berikut.

Advertisement

Dan tidak ada suatu bintang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yg memberi rezekinya.

Dan siapa yg memberikan rezeki kpdmu dari langit dan bumi? apakah disamping Allah SWT ada Tuhan?

Dan kami telah menjadikan utkmu di bumi keperluan – keperluan hidup dan makhluk – makhluk yg km sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.

Dari penjelasan ketiga ayat diatas tersebut sudah dijelaskan apabila Allah SWT telah menyiapkan segala sesuatu dibutuhkan oleh makhluk-Nya. Allah SWT mempersiapkan bahan mentah bukannya bahan matang, agar dpt diolah manusia serta dpt mencari dan berikhtiar. Dan meskipun orang yg mengikuti asuransi itu memiliki niatan untuk menghadapi masa depan ataupun masa tuanya, namun permasalahan asuransi sendiri tidak dijelaskan didalam Nash.

Hukum asuransi sendiri sebenarnya masih menjadi perdebatan, karena adalah yg memperbolehkan dan juga ada hal yg mengharamkannya. Dan perbedaan pendapat tersebut menjadi ada asuransi yang haram dan juga ada asuransi yg diperbolehkan.

Pendapat dari Sayyid Sabiq Abdullah Al Qalqii Yusuf Qardhawi serta Muhammad Bakhil Al Muth’i yg mengatakan jika hukum asuransi adalah haram, namun hal tersebut berdasarkan dari beberapa hal berikut ini.

  • Asuransi sama halnya dengan judi.
  • Asuransi tersebut mengandung unsur-unsur yg tidak pasti.
  • Asuransi mengandung unsur riba ataupun renten.
  • Asuransi mengandung sebuah unsur pemerasan atau paksaan, jika pemegang polis tidak melanjutkan pembayaran premi, maka premi yg telah dibayarkan akan hilang ataupun dikurangi.
  • Premi yg telah dibayarkan akan digunakan untuk praktek-praktek riba dan sebagainya.
  • Asuransi termasuk dalam hal jual beli atau tukar menukar uang yg tidak tunai.
  • Hidup mati sesorang dijadikan bahan bisnis dan sama halnya seperti mendahului takdir Allah SWT.

Sedangkan pendapat yg dikemukakan oleh Abd. Rakhman Isa yg mengatakan jika hukum asuransi menurut islam itu diperbolehkan, dimana pendapat tersebut beracuan kepada hal-hal berikut ini.

  • Tidak adanya Nash yg melarang asuransi.
  • Adanya kesepakatan serta kerelaan dari kedua belah pihak.
  • Saling menguntungkan kedua belah pihak tersebut.
  • Asuransi dpt menanggulangi kepentingan umum sebab premi yg terkumpul dpt di gunakan untuk proyek-proyek pembangunan yg produktif.
  • Asuransi termasuk akad mudhrabah.
  • Asuransi termasuk koperasi.
  • Asuransi dianalogikan menggunakan sistem pensiun seperti halnya taspen.

Dan saya rasa cukup sekian saja dulu untuk Penjelasan Pengertian Hukum Asuransi Menurut Islam pada kesempatan hari ini, semoga saja dari apa yg baru saja saya sampaikan mengenai hukum asuransi menurut islam tadi itu dapat memberikan banyak manfaat kpd anda-anda sekalian. Dan untuk anda yg sekiranya mungkin ingin kembali mengetahui beberapa penjelasan mengenai hukum islam lainnya, maka silahkan saja bagi anda untuk kembali melihat-lihat beberapa penjelasan lainnya dari saya.

Dam bagi anda yg sekiranya merasa tertarik ingin mengetahui penjelasan lainnya yang mungkin belum anda ketahui, maka anda dapat baca juga manfaat nikah muda yg beberapa waktu lalu sudah pernah saya berikan. Siapa tahu saja diantara anda-anda sekalian ini akan ada yg tertarik untuk mengetahui pembahasan mengenai hukum islam tersebut. Namu untuk anda yg sekiranya mungkin merasa kurang tertarik, maka alangkah baiknya jika anda mencoba kembali melihat beberapa pembahasan lain yg sudah pernah saya sajikan pula sebelumnya.

Advertisement