Pengeritan Hukum Fitnah Dalam Islam dan Dalilnya

Advertisement

Hukum Fitnah Dalam Islam | Pengertian fitnah adalah sebuah perkataan bohong tanpa didasarkan sebuah bukti atau kebenaran yg disebarkan dgn tujuan utk menjelekan seseorang. Kata fitnah sendiri berasal dari bahasa arab yang memiliki makna ujian serta cobaan. Didalam hadist dan Al Qur’an juga telah dijelaskan tentang fitnah, seperti misalnya fitnah dengan maksud syirik, berpaling dari jalan yg benar, pembunuhan serta kebinasaa, peperangan, dan perselisihan.

Fitnah sendiri terbagi menjadi banyak macam, adapun untuk macam macam fitnah itu sendiri diantaranya adalah fitnah syubhat dan fitnah syahwat. Pengertian fitnah syubhat itu sendiri adalah samar-samar atau tidak jelas. Seseorang menjadi rusak ilmu serta keyakinannya sehingga menjadikan perkara ma’ruf menjadi samar dgn kemungkaran, sedangkan kemungkaran itu sendiri tidak di hindarinya. Fitnah yang satu ini merupakan jenis fitnah yang cukup berbahaya, karena kurangnya ilmu serta lemahnya bashirah.

Sebagaimana sebuah hadist yg diriwayatkan oleh Abu Barzah Al Aslamy, Rasulullah SAW bersabda :”Sesungguhnya diantara yg aku takutkan atas km adalah syahwat mengikuti nafsu pd perut kamu, dan pada kemaluan kamu serta fitnah – fitnah yg menyesatkan.” (HR. Ahmad) Dan yang termasuk kedalam fitnah syubhat itu sendiri diantaranya adalah kekafiran, kemunafikan, dan yang terakir adalah bid’ah penyebab perpecahan.

Pengertian fitnah syahwat sendiri adalah segala perbuatan yg dpt melemahkan serta mengkikis iman seseorang yg disebabkan oleh mengikuti hawa nafsu. Mereka yg terkena fitnah ini biasanya akan malas utk beribadah serta tidak segan melanggar perintah Allah SWT serta mengerjakan segala larangannya. Hal ini disebabkan oleh adanya hawa nafsu yg andil dari iblis yg selalu mengiringi dan membuat iman seseorang menjadi semakin lemah.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firmah Allah SWT yang bunyinya sebagai berikut :”Dijadikan indah bagi manusia kecintaan kpd syahwat (apa – apa yg diingini) berupa wanita, anak, harta kekayaan yg berlimpah dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang – binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di Dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yg baik (Surga).” (QS. Ali Imaran ayat 14)

Advertisement

hukum fitnah dalam islam
Hukum Fitnah Dalam Islam dan Dalilnya

Hukum fitnah dalam Islam sudah pasti haram, karena fitnah sendiri termasuk sebuah kebohongan besar yg sangat merugikan serta termasuk kedalam dosa yang besar. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al Qur’an dan juga hadist, sehingga hukum fitnah menurut Islam itu sendiri adalah haram.

Allah SWT berfirman yang bunyinya :

“Wahai orang yg beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, (sehingga km tidak menyangka sangkaan yg dilarang) karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adl dosa dan janganlah sebagian km menggunjing setengah yg lain. Apakah seseorang dari km suka memakan daging saudara yg telah mati? (jika demikian kondisi mengumpat) maka sudah tentu km jijik kepadanya. (Jadi patuhilah larang – larangan tersebut) dan bertaqwalah kpd Allah, sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujarat ayat 12)

“Maka nyatalah bahwa tdk ada yg lebih zhalim dari orang yg mereka – reka perkara-perkara yg dusta terhadap Allah, dan mendustakan sebaik-baik saja kebenaran itu disampaikan kepadanya. Bukankah (telah diketahu bahwa) dalam neraka jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang – orang kafir?.” (QS. Az Zumar ayat 32)

“Maukah Aku beritakan kepadamu, kpd siapakah syaitan – syaitan itu selalu turun? Mereka turun ke tiap – tiap pendusta yg berdosa, yg mendengar sungguh – sungguh (apa yg disampaikan oleh syaitan – syaitan itu) sedangkan kebanyakan beritanya adalah dusta.” (QS. Asy Syuras ayat 221-223)

“Fitnah itu besar (dahsyat) dari melakukan pembunuhan.” (QS. Al Baqarah ayat 217)

Adapula sebuah sabda Rasulullah SAW yg bunyinya :”Wahai Rasulullah, apakah ghibah itu ? Lalu Beliau menjawab :”Menyebut sesuatu yg tidak disukai saudaramu di belakangnya.” Kemudian sahabat kembali bertanya :”Bagaimana jika apa yg disebutkan itu benar? Beliau kemudian menjawab :”Kalau sekiranya yg disebutkan benar, maka itulah ghibah. Tetapi jika hal itu tidak benar, maka engkau telah melakukan buhtan (kebohongan besar).” (HR. At Tirmidzi, Muslim, dan Abu Daud)

Bahaya atau Balasan Fitnah Dalam Islam

Hukum fitnah menurut Islam itu sendiri adalah haram, dan hal tersebut pastinya memiliki hukuman yang cukup besar bagi yang melakukannya. Lalu balasan apa yang didapatkan dari seseorang yang melakukan fitnah itu sendiri didunia, sehingga hal tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua supaya tidak melakukan fitnah. Adapun untuk balasan fitnah di dunia diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Kesengsaraan, menyebarkan berita bohong itu pastinya dpt merugikan, terlebih lagi utk seseorang yang difitnah. Dimana dampak dari fitnah tersebut dpt membuat resputasi atau harga diri seseorang menjadi jelek dimata masyarakat, dan bahkan bisa menjadikan orang tersebut bahan cemoohan. Sedangkan utk orang yg memfitnah sendiri tidak akan dpt dipercaya lagi oleh setiap orang, dan pastinya hal tersebut dpt menimbulkan kesengsaraan bagi orang tersebut.
  • Menimbulkan keresahan, karena fitnah yang ditimbulkan dpt menjadikan seseorang itu merasa takut atau resah. Misalnya ada yg difitnah menjadi pencuri, pastinya masyarakat akan takut terjadi sesuatu pencurian ketika mereka sedang tertidur ataupun pergi. Sehingga hal tersebut dpt menimbulkan terjadinya keresahan pada masyarakat.
  • Memecah tali silaturahmi, sebuah fitnah yang disebarkan itu dpt menghancurkan tali silaturahmi seseorang ataupun masyarakat, sedangkan memutuskan tali silaturahmi itu sendiri adalah satu perbuatan yang disukai oleh syaitan.
  • Mencelakai orang, ada pepatah yang mengatakan jika fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Seseorang yang mungkin sedang tidak suka dengan orang lain dapat terpicu niatan jahat karena adanya fitnah, dan hal tersebut mungkin bisa berakibat sebuah tindakan kriminal seperti misalnya pembunuhan atau yg lainnya.
  • Tanda orang munafik, ciri – ciri orang munafik itu sendiri adalah bicaranya dusta, ketika diberikan kepercayaan atau amanah akan ingkar atau mengkhianati, dan melanggar janjinya.
  • Masuk neraka, karena fitnah termasuk salah satu dosa besar, maka sudah pasti orang yg melakukan fitnah itu akan masuk neraka sebagai balaasannya.

Sekiranya cukup sekian saja dulu untuk pembahasan mengenai Pengeritan Hukum Fitnah Dalam Islam dan Dalilnya yg pd kesempatan hari ini saya dapat sajikan kepada anda, semoga saja dari penjelasan mengenai hukum fitnah dalam Islam ini dpt menambah pengetahuan anda. Dan bagi anda yang sekiranya mungkin merasa ingin kembali mengetahui beberapa pembahasan lainnya lagi yg sudah pernah saya sajikan sebelumnya.

Maka tidak ada salahnya apabila anda mencoba utk kembali baca juga hukum suntik putih menurut Islam, barang kali saja diantara anda-anda sekalian ini masih ada yg belum mengetahui bagaimana hukum suntik putih atau hukum sunitk vitamin c. Maka dari itu, bagi anda yang belum mengetahuinya itu melihat kembali pembahasan yg sudah pernah saya sajikan kepada anda-anda sekalian ini pada waktu sebelumnya.

Atau utk anda yang sekiranya merasa mungkin sudah mengetahui akan hal tersebut, maka alangkah baiknya apabila anda mencoba kembali utk melihat-lihat beberapa pembahasan lainnya lagi yg sudah pernah saya berikan. Siapa tahu saja salah satu diantara pembahasan yg sudah pernah saya berikan sebelumnya itu akan ada yang sesuai dengan yang sedang dicari – cari oleh anda, atau bisa jg anda menunggu update pembahasan terbaru dari saya yg akan coba terus diberikan setiap harinya.

Save

Advertisement