Apakah Hukum Menceraikan Istri Tanpa Sebab Dalam Islam

Advertisement

Hukum Menceraikan Istri | Hari ini saya admin situs doaharian.info ingin memberikan sebuah ulasan mengenai hukum bercerai kepada para pembaca sekalian, siapa tahu saja diantara anda-anda sekalian ini ada yg sedang mencari-cari hukum suami menceraikan istri tanpa sebab. Oleh karena itu saya ingin mencoba membantu anda-anda sekalian ini dengan memberikan ulasan mengenai hukum cerai tersebut pada kesempatan sekarang ini.

Dalam menjalin sebuah hubungan pernikahan pastinya akan selalu ada sebuah permasalahan, entah itu permasalahan yg kecil ataupun yang besar. Karena memang didalam menjalin sebuah hubungan itu terdiri dari dua orang yaitu laki-laki dan perempuan, dan setiap sifat atau karakter dari orang – orang tersebut pastinya berbeda – beda. Makanya akan selalu ada sebuah permasalahan yang timbul dan dapat mengakibatkan perpecahan.

Dan didalam hukum bercerai menurut agama islam itu terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu wajib, sunah, makruh, haram, serta mubah. Adapun yang menjadikan hukum bercerai dalam islam itu wajib adalah ketka suami istri tidak dapat didamaikan lagi, atau pihak dari kedua wali suami atau istri sudah tidak dapat memberikan solusi mengenai jalan permasalahan yang dihadapi. Serta dari pihak pengadilan agama itu sudah memutuskan jika bercerai adalah jalan yang terbaik.
hukum menceraikan istri tanpa sebab
Adapun untuk hukum menceraikan suami atau istri dikatakan sunnah apabila suami tidak dpt memberikan nafkah kepada istri, serta sang istri tidak dapat menjaga martabatnya. Sedangkan untuk hukum bercerai yg dikatakan makruh adalah seorang suami menceraikan istri yang solehah, memiliki akhlak yang baik, serta memiliki pengetahuan agama. Sedangkan untuk hukum bercerai yang haram adalah ketka suami menceraikan istri dalam kondisi haid atau nifas, serta dalam keadaan suci setelah digauli. Dan sang suami sedang dlm kondisi sakit dgn tujuan utk menghalangi sang istri utk menuntut harta.

Sedangkan untuk hukum menceraikan istri atau suami yang dikatakan mubah adalah pada saat kondisi suami sedang lemah dlm keinginan nafsunya serta istri yg belum haid atau sudah putus haid. Namun bagaimana hukum menceraikan istri tanpa sebab menurut islam sendiri, termasuk dalam hukum bercerai wajibkah, sunnah, makruh, mubah, ataukah haram. Jika anda belum mengetahui akan penjelasan tersebut, silahkan anda melihat penjelasan selengkapnya dibawah ini.

Hukum Menceraikan Istri Tanpa Sebab

Hukum suami menceraikan istri tanpa sebab itu sendiri didalam Islam sangatlah tidak dianjurkan atau tidak ada. Karena perceraian sendiri menjadi salah satu hal kebanggaan dari iblis, sebagaimana riwayat dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah SAW bersabda yg bunyinya :”Sesungguhnya iblis tempatnya ada diatas laut. Dia mengutus para pasukannya, serta yg paling dekat kedudukannya adl yg paling besar godaannya. Diantara mereka ada yg melapor,”Saya telah melakukan godaan ini.” Iblis berkomentar, “Kamu belum melakukan apa-apa.” Datang yg lainnya melapor,”Saya menggoda seseorang, sehingga ketika saya meninggalkannya, dia telah berpisah (talak) bersama istrinya.” Kemudian iblis mengajaknya utk duduk didekatnya serta berkata,”Sebaik-baiknya setan ialah kamu.” (HR. Muslim)

Advertisement

Dari penjelasan hadits yang ada diatas tadi iblis memberikan pujian serta berterima kasih kpd anak buahnya yg telah berhasil menggoda manusia sampai manusia tersebut melakukan perceraian tanpa sebab. Hal tersebut menunjukan apabila iblis itu sangat menyukai perceraian, meskipun perceraian secara keseluruhan adalah halal. Akan tetapi iblis sangat menyukai hal tersebut, karena dampak darinya perceraian itu pastinya akan negatif.

Seperti yang telah dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 102 :”Mereka belajar dari keduanya (harut dan maru) ilmu sihir yg bisa digunakan utk memisahkan seseorang dengan istrinya.” Sehingga sudah sangat jelas sekali jika hukum menceraikan istri tanpa sebab dalam islam itu adalah haram. Oleh sebab itu, alanghak baiknya apabila pasangan suami istri itu menyelesaikan permasalahan dengan cara dibicarakan terlebih dulu secara baik-baik, agar bisa mendapatkan hasil pemecahan yg baik.

Dengan ini, selesai sudah untuk penjelasan yang mengenai Hukum Menceraikan Istri Tanpa Sebab Dalam Islam dari saya, semoga saja dari penjelasan mengenai hukum suami menceraikan istri tanpa sebab yg baru saja saya bahas diatas tadi itu bisa memberikan tambahan ilmu kepada anda-anda sekalian para pembaca doaharian.info. Serta untuk anda yg sekiranya masih ingin kembali mengetahui beberapa penjelasan lainnya lagi.

Maka saya coba menyarankan kepada anda-anda sekalian untuk baca juga hukum pembagian harta warsian yg beberapa waktu lalu baru saja saya berikan kepada anda, siapa tahu saja diantara para pembaca sekalian ini ada yg sedang mencari-cari akan pembahasan tersebut. Namun diantara anda-anda yg sekiranya sudah mengetahui akan pembahasan atau penjelasan tersebut, maka sebaiknya anda kembali utk mencoba melihat-lihat beberapa pembahasan lainnya lagi dari saya.

Siapa tahu saja dengan anda kembali melihat-lihat beberapa pembahasan lainny yg sudah pernah saya berikan sebelumnya, anda akan dpt menemukan pembahasan yg memang sesuai dengan yg sedang dicari oleh anda. Atau mungkin jg anda dapat mencoba utk menunggu udpate pembahasan yg akan coba terus saya sajikan utk setiap harinya, akan tetapi anda harus kembali berkunjung kembali ke situs doaharian.info suapya anda bisa mendapatkan update pembahasan terbaru yg akan terus saya sajikan setiap harinya.

Advertisement