Hukum Tunangan Dalam Islam Secara Lengkap

Advertisement

Tunangan Dalam Islam | Pengertian tunangan adalah proses mengikat pasangan yg dilakukan sebelum proses pernikahan. Setiap pasangan yang akan melakukan pernikahan, biasanya akan melakukan proses pertunangan terlebih dulu sebelum nantinya melakukan pernikahan. Meskipun proses tunangan ini sebenarnya tidak wajib utk dilakukan, karena ada juga beberapa orang yg tidak melakukan pertunangan dan langsung melakukan pernikahan.

Dalam proses tunangan, biasanya pihak laki – laki datang ke pihak perempuan bersama dengan keluarga ataupun sendiri guna membuat kesepakatan diantara kedua pihak tersebut utk membahas rencana pernikahan. Baik itu pernikahan yang dilakukan secara siri ataupun pernikahan secara resmi. Didalam Islam sendiri, istilah tunangan atau meminang itu sendiri lebih dikenal dengan sebutan Khitbah. Dan dialam Islam juga terdapat beberapa syarat tunangan atau syarat khitbah yang harus dipenuhi.

Sedangkan pengertian tunangan atau khitbah dalam Islam kurang lebih juga sama dengan pengertian tunangan secara umum, yaitu proses dimana pihak laki – laki meminta kepada pihak perempuan utk dijadikan sebagai seorang istri. Dengan tata cara tunangan yang telah berlaku didalam tradisi, dan apabila pihak perempuan menerima permintaan dari pihak laki – laki, maka kedua pasangan tersebut telah dinyatakan bertunangan dan tinggal melanjutkan ke proses pernikahan.

Dan pada kesempatan hari ini, saya ingin mencoba sedikit memberikan penjelasan tunangan dalam Islam. Barang kali saja diantara anda-anda sekalian ini masih ada yang belum banyak mengetahui hukum tunangan menurut Islam, maka dari itu alangkah baiknya apabila anda melihat terlebih dulu pembahasan yang pada kesempatan hari ini akan coba saya sajikan kepada anda – anda sekalian semuanya.

Supaya bagi anda yang sekiranya sekarang ini sudah memiliki pasangan yang memang anda yakini ingin anda jadikan istri, anda dpt mengetahui apakah sebaiknya anda melakukan proses tunangan atau tidak. Untuk anda yang sekiranya mungkin sudah ingin mengetahui secara lengkap mengenai penjelasan hukum tunangan menurut Islam, maka kita bisa langsung saja melihat bersama – sama penjelasan tersebut dengan lengkap dibawah ini.

Advertisement

Hukum Tunangan Dalam Islam
Hukum Tunangan Dalam Islam

Hukum tunangan menurut sebagian ulama itu sendiri hukumnya adalah boleh (mubah), selama syarat tunangan itu sendiri sudah terpenuhi. Karena hal tersebut termasuk kedalam kategori persiapan atau pendahuluan sebelum melakukan pernikahan. Khitbah atau tuangan dalam Islam sendiri diperbolehkan dengan tujuan utk mengetahui apakah dari pihak wanita itu sudah siap utk dinikahi oleh pihak laki – laki atau belum, sekaligus sebagai bentuk janji dari pihak laki – laki utk siap menikahi pihak perempuan.

Sebuah hadits yang artinya :”Jika diantara kalian hendak meminang seorang wanita, dan mampu utk melihat dirinya apa – apa yg mendorongnya utk menikahirnya, maka lakukanlah.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Dalam hadits tersebut telah dijelaskan apabila hukum khitbah atau tunangan menurut Islam itu diperbolehkan, akan tetapi pasangan tersebut masih belum halal atau sah dalam Islam. Karena mereka hanya sebatas melakukan pertunangan saja. Dan setelah melangsungkan pertunangan tersebut, alangkah baiknya apabila pasangan tersebut segera melakukan pernikahan. Hal tersebut bertujuan utk menghindari berbagai macam perbuatan yang tidak diinginkan seperti contohnya adalah zina.

Syarat Tunangan Dalam Islam

Didalam agama Islam, terdapat dua syarat tunangan, yaitu syarat mustahsinah dan syarat lazimah. Utk penjelasan lengkap dari kedua syarat tunangan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Syarat Mustahsinah

Merupakan syarat yg menganjurkan dari pihak laki – laki utk meneliti terlebih dulu pihak wanita yg akan dikhitbah atau dipinang. Syarat tunangan yang pertama ini bukanlah syarat yang wajib dilakukan. Karena terdapat dalam istilah jawa apabila kita akan menikahi seseorang itu kita harus mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobotnya. Maka dari itu alangkah baiknya sebelum dilanjutkan ke hubungan yg lebih serius, kita meneliti terlebih dulu pasangan kita.

Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits yang artinya :”Wanita dikawini karena 4 hal, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka akan memlihara tanganmu.” (HR. Abu Hurairah)

2. Syarat Lazimah

Merupakan syarat yang wajib dipenuhi sebelum kita melakukan pertunangan, dimana syarat lazimah itu sendiri dpt membatalkan proses tunangan apabila kita tidak memenuhinya. Dan syarat ini sendiri terdiri dari beberapa syarat yang diantaranya adalah

  • Seorang wanita yg akan dipinang itu tidak dalam kondisi pinangan laki – laki lain, sebagaimana yg telah dijelaskan dalam sebuah hadits yang artinya :”Janganlah seseorang dari km meminang (wanita) yg dipindang saudaranya, sehingga peminang sebelumnya meninggalkannya atau telah mengizinkannya.” (HR. Abu Hurairah)
  • Wanita yang masih dalam keadaan iddah talak raj’i, seorang wanita yang sedang dalam masa talak raj’i masih memiliki kemungkinan utk rujuk dengan suaminya. Sehingga alangkah baiknya apabila seorang laki – laki itu tidak meminang wanita yang sedang dalam masa tersebut, sebagaimana yg telah diterangkan firman Allah SWT sebagai berikut :”Dan suami – suaminya berhak merujuknya dlm masa menanti itu, jika mereka (suami) menghendaki ishlah.” (QS. Al Baqarah : 228)
  • Seorang wanita yang baru saja ditinggal mati suaminya dan masih dalam masa iddah atau iddah talak ba’in, boleh dipinang dgn sindiran atau kinayah. Sebagaimana firman Allah SWT yg artinya :”Dan tidak ada dosa bagi km meminang wanita – wanita itu dgn sindiran atau km menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dlm hatimu. Allah mengetahui bahwa km akan menyebut – nyebut mereka, dlm pd itu janganlah km Mnegadakan janji kawin dgn mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kpd mereka) perkataan yg ma’ruf.” (QS. Al Baqarah ayat 235)

Sekiranya hanya itu saja utk penjelasan mengenai Hukum Tunangan Dalam Islam Secara Lengkap yang pada kesempatan ini saya dapat sajikan kepada anda – anda sekalian, semoga saja dari sedikit penjelasan mengenai hukum tunangan dalam Islam ini dapat memberikan manfaat yg besar bagi anda-anda sekalian. Jika diantara anda-anda sekalian ini sekiranya maish ingin kembali mengetahui beberapa pembahasan atau penjelasan lainnya.

Maka tidak ada salahnya apabila anda kembali mencoba utk melihat juga arti LBGT, barang kali saja diantara anda-anda sekalian ini masih ada yang belum mengetahui penjelasan mengenai arti LGBT menurut Islam itu sendiri. Maka dari itu tidak ada salahnya bagi anda utk mencoba kembali melihat pembahasan yang pd kesempatan sebelumnya itu sudah pernah saya sajikan kepada anda – anda sekalian semuanya.

Namun bagi yg merasa sudah mengetahui akan hal tersebut, maka sebaiknya anda kembali mencoba utk melihat – lihat beberapa pembahasan lainnya lagi yg pd kesempatan sebelumnya sudah pernah saya berikan. Siapa tahu saja diantara beberapa pembahasan yg sudah pernah saya sajikan sebelumnya itu akan ada yang sesuai dengan pembahasan yg memang sedang di cari – cari oleh anda selama ini.

Save

Advertisement