Bagaimana Cara Pembagian Warisan Menurut Islam Yang Benar

Advertisement

Cara Pembagian Warisan Menurut Islam | Pengertian warisan adalah sebuah harta yg ditinggalkan oleh pewaris utk ahli waris. Secara etimologi, kata warisan itu berasal dari bahasa arab yaitu Al Miirats yg memiliki makna berpindahnya  sesuatu dari seseorang kpd orang lain, atau dari suatu kaum kpd kaum lainnya. Adapun untuk orang yg menerima warisan itu sendiri disebut dengan ahli waris, baik itu dari hubungan keluarga, pernikahan, ataupun karena memerdekakan seorang hamba sahaya.

Adapun untuk orang – orang yang berhak untuk menjadi seorang ahli waris diantaranya adalah seseorang yg berhubungan darah, dimana hal tersebut telah diterangkan dalam surat An Nisa. Berikutnya karena sebuah hubungan pernikahan, hubungan persaudaraan. Dan yang terakhir adalah hubungan kerabat, atau seseorang yang dipercaya oleh si pewaris atau sesama hijrah yg bukan merupakan saudara dari hubungan darah.

Sebelum harta warisan tersebut dibagikan kepada ahli waris, maka perlu diperhatikan tiga hal terlebih dulu. Yaitu harta warisan tersebut digunakan terlebih dulu utk melakukan proses pemakaman pewaris, kemudian harta tersebut digunakan terlebih dulu untuk melunasi segala hutang si pewaris atau orang yang meninggal, terakhir adalah mengutamakan wasiat yang telah diberikan oleh pewaris sebelum meninggal.
cara pembagian warisan menurut islam
Dan pada kesempatan ini, saya ingin mencoba untuk memberikan penjelasan mengenai pembagian warisan menurut islam buat anda-anda sekalian. Siapa tahu saja diantara anda-anda sekalin ini ada yang sedang mencari-cari cara pembagian harta warisan menurut islam. Oleh karena itu, saya ingin mencoba membantu anda dengan memberikan pembahasan ini, dengan anda melihat terlebih dulu pembahasan tentang cara pembagian warisan tersebut. Maka anda akan mengetahui bagaimana cara pembagian harta warisan tersebut.

Adapun untuk anda yang sudah ingin mengetahui secara lengkap bagaimana cara pembagian harta warisan menurut islam secara lengkap, maka kita bisa melihat bersama-sama pembahasan tersebut secara lengkap dibawah ini. Sehingga utk anda yang sekiranya ingin mengetahui bagaimana cara pembagian harta warisan tersebut, anda akan dapat mengetahui cara pembagiannnya dengan melihat pembahasan yang akan saya sajikan dibawah ini.

Pembagian Warisan Menurut Islam Yang Benar

Seperti yang telah diterangkan dalam surat An Nisa, pembagian warisan itu dpt dibagi menjadi lima presentase. yaitu 1/2 persen, 1/4 persen, 1/8 persen, 2/3 persen, dan yang terakhir adalah 1/3 persen. Sedangkan untuk penjelasan dari setiap presentasinya itu sendiri seperti penjelasan yang ada dibawah ini.

Advertisement

Orang yang berhak mendapatkan 1/2 persen dari harta warisan itu adalah

1. Seorang suami yg ditinggalkan istrinya dgn syarat dia tidak memiliki keturunan, baik itu anak laki-laki atau perempuan. Walaupun keturunan tersebut bukanlah berasal dari suaminya sekarang atau anak tiri.
2. Anak kandung perempuan, dengan adanya dua syarat yaitu tidak memiliki seorang anak laki laki, serta merupakan seorang anak tunggal.
3. Cucu perempuan yg merupakan keturunan anak laki laki, dgn tergantung dari tiga syarat yaitu cucu tersebut tidak memiliki anak laki laki, seorang cucu tunggal, dan yang terakhir adalah pewaris tidak memiliki anak laki-laki ataupun perempuan.
4. Saudara kandung perempuan, dengan syarat dia hanya seorang diri atau tidak memiliki saudara lainnya (perempuan atau laki-laki). Dan pewaris juga tidak memiliki ayah ataupun kakek ataupun anak laki-laki atau perempuan.
5. Saudara perempuan yang se ayah, dengan syarat dia tidak memiliki saudara. Dan pewaris tidak memiliki sudara kandung, serta tidak memiliki ayah ataupun kakek.

Untuk pembagian harta warisan 1/4 persen yg berhak medapatkannya adalah

1. Seorang suami dengan syarat istri memiliki anak ataupun cucu dari keturunan laki-laki. Baik itu meruapakn kandung ataupun tiri.
2. Seorang istri dengan syarat suami tidak memiliki anak ataupun cucu, baik anak atau cucu tersebut kandung ataupun bukan.

Sedangkan yang berhak mendapatkan 1/8 bagian harta warisan dalam islam adalah

1. Seorang istri yang ditinggalkan oleh suaminya yg memiliki seorang anak atau cucu, baik itu anak kandung ataupun bukan.

Pembagian harta warisan dalam islam sebesar 2/3 persen itu yg berhak menerima adalah

1. Anak kandung perempuan dua orang atau lebih, dengan syarat pewaris tidak memiliki anak laki-laki.
2. Cucu perempuan dari keturunan anak laki-laki dua orang, dengan syarat pewaris tidak memiliki seorang anak kandung serta dua cucu tersebut tidak memiliki saudara laki-laki.
3. Saudara kandung perempuan dua orang atau lebih, dengan syarat si pewaris tidak memiliki seorang anak (laki-laki atau perempuan). Dan pewaris juga tidak memiliki seorang ayah ataupun kakek, serta dua saudara perempuan tersebut tidak memiliki saudara laki laki.
4. Saudara perempuan se-ayah dua orang atau lebih, dengan syarat si pewaris tidak memiliki anak, ayah, ataupun kakek.

Untuk pembagian harta warisan yang terakhir adalah sebesar 1/3 persen itu yang berhak menerimanya adalah

1. Seorang ibu, dengan syarat jika pewaris tidak memiliki anak ataupun cucu laki laki dari keturunan anak laki laki. Dan perwaris tidak memiliki dua orang atau lebih saudara baik kandung ataupun bukan.
2. Saudara laki laki dan perempuan se-ibu dua orang ataupun lebih, dengan syarat jika pewaris itu tidak memiliki seorang anak, ayah, ataupun kakek. Dan jumlah saudara se ibu tersebut adalah dua orang atau lebih.

Sekiranya hanya itu saja untuk penjelasan mengenai Cara Pembagian Warisan Menurut Islam Yang Benar dari saya pada kesempatan hari ini, semoga saja dari sedikit penjelasan tentang cara pembagian warisan menurut islam yg baru saja saya sampaikan kepada anda – anda sekalian diatas tadi itu dapat membantu anda. Terutama bagi anda-anda yang memang sedang mencari – cari tentang tata cara pembagian harta warisan.

Dan bagi anda yang sekiranya mungkin merasa masih ingin kembali untuk mengetahui beberapa pembahasan lainnya lagi, mungkin anda akan merasa tertarik untuk baca juga penyakit hati dalam islam. Siapa tahu saja diantara anda-anda sekalian ini masih ada yg belum mengetahui pengertian penyakit hati, maka dari itu alangkah baiknya apabila anda mencoba kembali utk melihat pembahasan yg sudah pernah saya sajikan sebelumnya itu.

Atau bagi anda yang sekiranya mungkin merasa sudah mengetahui pembahasan tersebut, maka saya menyarankan kepada anda untuk mencoba menunggu udpate pembahasan terbaru dari saya yg akan terus coba disajikan utk setiap harinya. Oleh karena itu tidak ada salahnya apabila lain waktu anda kembali mencoba untuk mengunjungi situs doaharian.info agar anda bisa terus mendapatkan update pembahasan seputar agama islam.

Advertisement